Indonesia di Ramal Pada Tahun 2020 Sebagai Negara Paling Makmur Sedunia



Kalau kita berbicara mengenai bangsa Indonesia sebagai negara makmur, tentu bukan hal yang baru melihat dari kekayaan sumber daya bangsa Indonesia di seluruh nusantara, namun apabila berbicara mengenai bangsa Indonesia sebagai negara makmur sedunia, nah! ini yang ingin di cari kebenarannya, mengingat kekayaan bangsa Indonesia yang berlimpah di mana-mana, sehingga tidak menutup kemungkinan bangsa Indonesia mampu menjadi negara paling makmur sedunia.

Bangsa Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan asia tenggara dengan kesuburan yang sungguh luar biasa, sehingga ramalan tentang bangsa Indonesia pada tahun 2020 sebagai negara paling makmur sedunia, tentu tidak bisa di bilang hisapan jempol belaka, karena seluruh bangsa di dunia sangat mengakui kekayaan sumber daya alam bangsa Indonesia yang berlimpah dari Sabang sampai Merauke.

Kabar mengenai bangsa Indonesia sebagai negara yang paling makmur sedunia pada tahun 2020, tentu merupakan kabar yang sangat membahagiakan bagi seluruh masyarakat bangsa Indonesia, namun yang menjadi persoalan apakah benar ramalan Indonesia pada tahun 2020 sebagai negara paling makmur sedunia dapat menjadi kenyataan?....Pertanyaan itu tentu harus kita hadapi dengan sikap optimis, agar ramalan itu mampu berhasil mengangkat moral dan harkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia, namun tentu ramalan itu tidak serta merta datang begitu saja, semua butuh kerja keras seluruh masyarakat Indonesia dalam melakukan sebuah kegiatan positif, agar kemajuan bangsa Indonesia dapat tercapai secara universal.

Ramalan mengenai kemakmuran bangsa Indonesia sebenarnya sudah lama ada, namun ramalan sebagai bangsa yang paling makmur di dunia pada tahun 2020 sangat menggugah generasi muda, agar terus membuat sebuah terobosan yang konstruktif demi kemajuan bangsa Indonesia.

Semoga saja ramalan bangsa Indonesia sebagai negara yang paling makmur di tahun 2020 mampu terwujud dan dapat mencapai puncak kejayaan bangsa Indonesia yang telah lama bermimpi sebagai bangsa terbesar tidak hanya di kawasan asia, namun mampu berbicara lebih tinggi lagi dengan menancapkan kaki sebagai bangsa adi daya di dunia, itulah harapan besar masyarakat Indonesia di tahun yang akan datang, khususnya di tahun 2020 yang di anggap sebagai tahun sakral.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)...........

Kegagalan Konsep Pacaran Setelah Menikah




Banyak kalangan agamawan menyarankan dalam berumah tangga lebih baik pacaran setelah menikah, namun ternyata konsep ini mengalami kendala yang amat besar, di karenakan pasangan tersebut belum mengenal satu sama lain secara dekat, sehingga menimbulkan kegagalan komunikasi dalam memahami antara sang istri dengan sang suami.

Kegagalan yang paling mendasar dalam berumah tangga dengan melakukan konsep pacaran setelah menikah, di sebabkan terjadi ketidak-sepahaman satu sama lain, bahkan bisa di bilang konsep tersebut lebih cenderung, seperti memilih kucing di dalam karung. Nah! dari situ kita dapat mengamati bahwa pacaran setelah menikah ternyata mempunyai kelemahan yang mendasar dalam membina rumah tangga, apabila keduanya tidak menemukan kecocokan satu sama lain, sehingga perceraian dini tidak dapat di hindarkan.

Kejadian di atas merupakan argumen kegagalan konsep pacaran setelah menikah dalam membina rumah tangga, dikarenakan sebelum menikah belum mengenal satu sama lain, sehingga pada saat memahami tentang berumah tangga mengalami ketidak-sepahaman dalam menentukan sikap dan mengambil tindakan dalam berumah tangga secara tepat, Inilah yang perlu di perhatikan bagi orang yang punya konsep pacaran setelah menikah, agar lebih selektif dalam memilih suami atau sebaliknya.

Konsep pacaran setelah menikah memang terasa indah di dengar, namun sebenarnya ini punya resiko yang sangat besar, karena banyak yang tidak kita ketahui tentang calon suami atau istri yang belum di kenal secara dekat, sehingga bentuk kehati-hatian inilah yang perlu di lakukan dalam memilih calon pasangan hidup.

Konsep pacaran setelah menikah memang mempunyai kelemahan yang mendasar, tetapi bukan berarti menolak konsep tersebut, namun yang perlu diperhatikan dalam memilih pasangan yaitu: saling memahami konsep ikhlas dalam berumah tangga, agar terjadi keharmonisan yang saling membahagiakan satu sama lain.

Sebenarnya yang mendasar dari kegagalan pacaran setelah menikah, dikarenakan impian dari sang suami ataupun sang istri terlalu berlebihan, sehingga menimbulkan ketidak-sesuaian dengan impian dalam benak si pasangan tersebut, lalu menimbulkan pula saling tidak percaya dan menghasilkan sikap tidak menerima kekurangan satu sama lain. Inilah penyebab utama kegagalan berumah tangga dengan konsep pacaran setelah menikah.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........... .

Fenomena Perjodohan Putri Kyai di Jawa-Timur



Pernikahan melalui perjodohan masih membudaya di kalangan putri Kyai di Jawa timur, fenomena ini merupakan peristiwa yang masih membudaya dan masih di pertahankan dalam kehidupan keluarga Kyai yang ada di Jawa-timur, lalu yang menjadi pertanyaan apakah budaya perjodohon putri Kyai akan terus di pertahankan?.......Kalau melihat dari pola pikir Kyai Jawa-timur yang cenderung melihat pacaran di anggap sebagai hal yang tabu, tentu budaya perjodohan akan terus di pertahankan dan di lestarikan di kalangan keluarga Kyai di daerah jawa-timur.

Melihat fenomena perjodohan di kalangan putri Kyai di Jawa-timur merupakan kejadian yang saat ini masih membudaya, sehingga di saat putri dari Kyai jawa timur menginjak dewasa, tentu orang tua akan menunggu pinangan dari seorang lelaki yang di anggap pantas mendampingi hidup putrinya kelak, bahkan tak Segan-segan orang tua dari putri Kyai akan mencarikan jodoh si anak lewat memilih dari salah satu murid terbaik atau dengan bentuk lainnya. Inilah fenomena unik di kalangan keluarga Kyai Jawa-timur dalam mencarikan jodoh putri kesayangannya.

Permasalahan perjodohan sebenarnya tidak terlalu ada masalah, sepanjang antara putri si Kyai dengan si calon suaminya mampu mencintai dengan ikhlas dan menerima perjodohan dengan lapang, tetapi yang menjadi permasalahan ketika si putri Kyai tidak mencintai si calon atau sebaliknya, karena banyak budaya perjodohan yang menghasilkan ketidak-harmonisan dalam berumah tangga dan mengakibatkan perceraian, dikarenakan belum mengetahui karakter satu sama lain, sehingga pacaran setelah menikah yang di anggap mampu membahagiakan, ternyata persepsi itu salah di sebabkan gagalnya berkomunikasi dan memahami watak antara sang istri dengan sang suami.

Perjodohan putri Kyai dari jawa-timur sepanjang memahami satu sama lain, tentu tidak ada permasalahan yang mendasar, lalu yang menjadi pertanyaan bagaimana dengan perjodohan putri Kyai yang masih kecil (di bawah umur) ?....Sebenarnya perjodohan harus di pahami secara bijak antara si calon istri dengan sang calon suami, agar keduanya menerimanya dengan ikhlas tanpa tekanan, namun apabila terjadi perjodohan yang masih kecil dan masih di bawah umur, tentu harus dipikir ulang tentang budaya seperti ini, karena kedua calon belum dapat berpikir secara dewasa dan jernih dalam mengartikan sebuah makna pernikahan, sehingga lebih baik perlu di tunda perjodohan tersebut, tentu tidak lain dan tidak bukan untuk kemaslahatan kedua calon tersebut, sehingga menunggu dewasa antara calon si istri dengan sang suami, agar keduanya dapat berpikir dengan bijak dalam memberikan jawaban mengenai perjodohan tersebut.

Fenomena perjodohan putri Kyai di Jawa-timur merupakan suatu peristiwa yang unik untuk dipahami dan di kaji lebih dalam lagi, sebab kita tahu bahwa Kyai merupakan suri-tauladan bagi umat, sehingga langkah Kyai apabila itu memberikan kemaslahatan bagi umat, tentu akan menjadi cermin kearifan dari seorang yang di hormati dan di segani di tengah-tengah kehidupan masyarakat, namun apabila langkah perjodohan salah dalam menempatkan, tentu akan menjadi pemandangan yang tidak baik buat masyarakat, sehingga perlu ada perjodohan yang sehat antara si calon istri dengan sang calon suami, tidak lain dan tidak bukan keduanya harus saling memahami karakter dan menerima dengan lapang, agar setelah menikah nanti mampu membina keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, Amiens............

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
.
.