Menulis Itu "Seperti Kondisi Perang Dunia Ke-3"


Menulis merupakan cara menuangkan sebuah gagasan lewat bahasa, sehingga menghasilkan sebuah sentuhan seni dalam kehidupan manusia, tetapi terkadang menulis itu membuat bagi si penulis, seperti di hadapkan dalam kondisi perang dunia ke-3. Bahkan emosi meluap di saat menulis yang berbau kontroversial, mengingat menulis kontroversial di hadapkan berbagai serangan yang terkadang membabi buta, baik melalui sindiran atau langsung mengenai sasaran.

Dengan menulis yang di anggap berbau Sara atau mengungkap masalah yang menyinggung kekuasaan, terkadang saat mempublish ada kekhawatiran, kalau sampai nanti ada yang tersinggung bisa di ciduk orang tersebut. Sehingga menulis dapat di ibaratkan dalam keadaan di medan perang antara hidup dan mati saat mau mempublish tulisan yang berbau kontroversial.

Ketika menulis sebuah catatan atau artikel sudah selesai di tulis. ternyata ada perasaan maju kena dan mundur juga kena, dalam artian ketika tulisan tadi tidak di publish, lalu ada pertanyaan kenapa harus takut mempublish? tetapi ketika sesudah mempublish ada perasaan khawatir, apakah nanti tidak ada yang tersinggung dengan tulisan yang berbau kontroversial? Karena mengingat sebuah kebenaran masih berbentuk Abal-abal.

Nah! dari tulisan di atas dapat di ambil kesimpulan. Bahwa menulis tak ubahnya sebuah bentuk luapan emosi, namun terkadang ada bentuk ketakutan tersendiri saat menulis, tetapi dalam hati maupun pikiran dari seorang yang suka menulis sering terlintas. Bahwa apapun yang terjadi sebuah tulisan harus tetap berjalan, walaupun itu berbentuk kontroversial atau tidak, karena jalan seorang manusia di ciptakan dalam perbedaan dan punya tanggung jawab Sendiri-sendiri dalam melaksanakan hajat sebuah hidup.

Berangkat dari tulisan di atas, berarti menulis merupakan suatu ibarat manusia yang di hadapkan dengan keberagaman permasalahan hidup antara olah nalar dan olah jiwa, dan tulisan mampu memberikan gambaran sebuah gagasan dalam menggerakkan laju sebuah roda kehidupan, sehingga bagi yang suka menulis tentang kontroversial dapat di ibaratkan mereka sedang mengalami kondisi perang dunia ke-3 antara batin dan realita dalam menyikapi sebuah kondisi kehidupan. Wallahu a'lam bisshowab.............

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).............