KEMATIAN JATI DIRI



Oleh: Khoirul Taqwim


Kematian membuta

Tak pandang tua muda

Bahkan bayi kecil mungil

Ikut mati segala 


Jasad membumi

Bercampur tanah

jadi makanan ribuan cacing

Habis sudah yang ada


Ruh

Kepangkuan Ilahi

Disambut Iblis dengan resah harap

Adakah dia sahabat

Iblis mengundang tanya'

Keserakahan

Kesombongan

Hilang pupus sudah ditelan bumi raya

Tinggal ruh kemana kan pergi


Jutaan malaikat berdo'a

Mayat kemarilah

Aku sahabatmu

Peluh kesahmu kan jadi juru selamat

Manusia membabi buta

Aku adalah sepotong batu

Punya jalan arah dalam diri

Tak usah ikut Iblis

Malaikatpun tak ku ikuti

Aku punya dunia mandiri

Alamku adalah manusia

Bukan Iblis

Bukan malaikat

Biar ruhku jadi jati diri

 





SUMPAH PERAWAT



Oleh Khoirul Taqwim


Suster kau abdikan nyawa

Tanpa lelah sekata bahasa

Matamu tertoreh sendu

Melihat nyata dihadapmu

Luka perih didada

Kau abaikan nafasmu

Demi sumpah pengabdianmu


Lara perih

Sakit pilu derita pasien

Obat kau tancapkan direlung sel dalam

Kesembuhan yang kau harap

Demi sumpah mulia


Sembuh

Ucapan ketulusan dalam nurani

Kau sebut selalu dalam lembut wajahmu

Kuharu

Kuhormat

Pengabdianmu kucatat dalam sajakku


Suster 

Untaian bahasa kuucap

Demi sumpah perawat









TAUBAT PERAMPOK GILA


Oleh: Khoirul Taqwim

 

Kumainkan kakiku melangkah

Kuayunkan celurit diatas udara

Kutebas leher jika tuan melawan

Kutusuk jantung biar tahu rasa pedih hidup

Aku perampok diujung jalan

Menjarah harta semauku

Membunuh bila perlu

Memperkosa jika birahi nafsu datang

Perampok gila itu sebutanku

 

Licik benar otakku

Kejam gerakanku

Aku penjudi kakap

Mabuk berat Hari-hariku

Gila benar hidupku

Perampok diujung jalan

Tempat beraksi menari

Menggelayut senjata ditangan

 

Hidupku melacur nyawa

Taruhan hari panasku

Dingin kantong kubunuh

Kujarah dalam rongga

Cepat kuambil semua harta

Sebelum kuhunus pedangku

Sudah sakit jiwa

Terkoyak mata dunia silau

Tak henti nafsu angkara birahi

Jadi tumbal kehidupan

 

Tuhan

Kutaubat nasuha

Terketuk diri dari hati dalam

Ma’afkan aku sebelum ajal kan tiba

Aku kapoh lombok pedas sejagat

Tak kan mengulang bejatku

Kusimpuh luluh lantak dihadapanmu

Kupejamkan seluruh mata yang ada

Hanya mata  hati terpancar di jiwa

Untukmu Tuhan daku taubat nasuha



MANTRA SEWU SIJI



Oleh: Khoirul Taqwim


Cekti amutung amu siro amu bumi

Bebrayan ajor mumor

Kuwalat laknat

Mangku bumi

Mangku siro

Paku alam

paku bumi

bebrayan dadi siji


Ajiku aji kembang wangi

Condroku-condro cahyoning langit

ora sekti

ora mondro guno

ananging centiku cekti kayu babat alas


Mantraku

Moco dokar ngarep siji

Iki mantra sewu siji



CINTA RANAH BERANTAH


Oleh: Khoirul taqwim

Cinta membabi buta

Entah berantah terasa

Ganjil cerita ada makna

Hilang disenyap kata

Kenapa ada cinta buta??..

Benar gila cinta rasa

Tak pendam tak hilang semakna

Benar kurang asem cinta buta

Warna meraba dalam dada

Penuh sesak nafas gila

Cinta entah brathayuda

Menyingsing matahari nan gerhana

Bintang menyala dilangit bukit

Alamku lagi senda gurau

Semua benar ada alam ranah jiwa

Kemana cinta datang sesaat?....

Tak kunjung jua hari ini

Kemana cinta pergi sesaat??..

Tanda tanya’ tak pernah sirna

Lewat bahasa ilustrasi kukata

Cinta berantah

Entah kemana

Semua pergi dalam jiwa

Larilah cinta

Sejauh bisa

Sebelum raib dalam dada


Cinta ranah berantah

Tak jekas tak kira

Bualan jagat

Duka sengsara

Gembira loka

Paduan hidup berantah