Jawah Tengah Dalu


Dening: Khoirul Taqwim

Jawah tengah dalu
kala margi gelap gulita
asrep menggigil sekujur salira
asta kraos awrat mengetuk konten
teles kuyub werneni sekujur salira

Penggalih kala jawah
sepen tengah dalu mboten nduwe kartika
dhereki arwah alam ngandap emut
sakedhap ngalimengan duri lebet jaja
Walau jantung taksih berdetak enggal
sayangipun jawah terhapus resah sukma

Jawah kala gelap dalu
ampil kapang tentang panjenenganipun
ngantos terlelap soca ingkang panjang

Kereta Yuswa


Dening: Khoirul Taqwim

Kereta senja tambah yuswa
Tergeletak teng halaman jiwa ingkang kian rapuh
Rayap merayap ndhahar saben baris ketos
ngantos mboten nduwe tosan dahaga

Kereta senja wonten teng ngrika
Nampak keriput nduwe pasuryan gaduh
kala roda-roda kian mengapit
ngantos ambakan mboten nduwe gina sampun
amargi terhapus yuswa ingkang kian yuswa

Kereta senja lebet jiwa
Kenangan zaman rumiyin ingkang apik kraos
Walau terlena zaman ingkang makaken ramai panorama

Kereta senja
ndherekne dalem lebet sumpena
kala soca beranjak nggebag dalu

62. Gamis Perca Baru @Rp. 30.000

Harga promo Gamis Perca Baru dengan harga obral murah perbiji Rp. 45.000. Sedangkan bagi yang mau beli 10 biji dengan harga promo Rp. 30.000 perbiji. Dan bagi yg berminat bisa menghubungi nomor telepon 085-647-217-538, Pin BBM 7d2a8bc2.

Sawates Goresan


Dening : Khoirul Taqwim

Sahabat
midhanget cerios sakedhap adalem
kala adalem tindak lajengi hamparan tawang bintu
adalem panggihi panjenenganipun
ugi panjenenganipun yaiku bayangan antawis wonten ugi mboten wonten

Dalem sanes sinten panjenenganipun
sayangipun dalem namung setitik langkah margi
menasari puing-puing raos menika
dalem terlelap lebet sumpena-sumpena sak panjenengan
Ah punika mboten ..mboten.....
amergi dhateng adalem namung sawates goresan asa
adalem mboten kedah menjamah panjenenganipun
cekap panjenengan paringi dalem margi
ngenget panjenenganipun ugi panjenenganipun
salajeng...

Menggali Al-Qur'an: Mushaf Ali Bin Abi Thalib dan Mushaf Utsmani


By: Khoirul Taqwim

Keberadaan Mushaf Utsmani yang menjadi bacaan dan hafalan bagi para pengkaji Al-Qur'an di berbagai wilayah dunia menjadikan ruh dari sumber segala sumber ajaran agama Islam, tetapi untuk keberlangsungan umat dalam menambah kekayaan umat Islam, ternyata membutuhkan kajian kembali tentang Mushaf Ali Bin Abi Thalib yang lama terpendam dalam sejarah, untuk di kaji kembali dan dikomparasikan dengan Mushaf Utsmani, supaya kekayaan Mushaf Al-Qur'an semakin kaya dalam kajian khazanah ke-Islaman.

Perbedaan umat Islam dalam pemahaman dan penulisan mushaf Al-Qur'an sejak zaman sahabat sampai saat ini, ternyata memperkaya kekayaan khazanah intelektual Islam, bahkan perbedaan cara penulisan Mushaf Al-Qur'an sejak zaman kenabian sudah berlangsung. Berangkat dari sinilah, bahwa penulisan Mushaf Al-Qur'an memang mengalami perbedaan sejak zaman dahulu sampai saat ini. Sehingga perbedaan itu menambah kekayaan umat di dalam mengkaji nilai-nilai ke-Islaman.

Ketika kita mencoba menggali tentang Mushaf Ali Bin Abi Thalib dan menggali Mushaf Utsmani, tentunya terlintas di dalam pikiran kita, untuk mengkomparasikan kedua Mushaf Al-Qur'an yang populer dikalangan umat Islam, khususnya bagi para penggali Mushaf Al-Qur'an di dalam mencari sebuah kebenaran antara pemahaman dan pemikiran Mushaf Ali Bin Abi Thalib dengan Mushaf Utsmani.

Dengan melihat kedua Mushaf Al-Qur'an antara Ali Bin Abi Thalib dengan Mushaf Utsmani, mari kita pahami mushaf tersebut, melalui kajian dibawah ini:

Mushaf Ali bin Abi Thalib memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh mushaf lainnya. Karakter khusus mushaf Ali Bin Abi Thalib adalah: ayat dan surat tersusun rapi sesuai dengan urutan turunnya. Berangkat dari sinilah ayat-ayat makkiyah diletakkan sebelum ayat-ayat madaniyah, ayat-ayat yang turun masa awal diletakkan lebih dahulu dari pada ayat-ayat yang turun belakangan.

Dari uraian diatas dapat dikatakan, bahwa Mushaf Ali Bin Abi Thalib proses pengumpulan Mushaf Al-Qur’an berdasarkan “urutan turunnya” (tartib nuzul). Maka tidak jarang Mushaf Ali Bin Abi Thalib di dalam dunia tulis dikatakan lebih mendekati kebenaran wahyu Ilahi dibanding Mushaf lainnya. Mengingat Mushaf Ali Bin Abi Thalib di tulis secara runut di banding Mushaf Usmani dan lain sebagainya.

Sedangkan Ciri-ciri mushaf Utsmani adalah: Susunannya seperti yang banyak beredar saat ini, hanya ada perbedaan sedikit dengan beberapa mushaf sahabat dalam susunan atau urutan surat. Misalnya jika mushaf sahabat lainnya meletakkan Surat Yunus masuk dalam tujuh surat besar dan di urutuan ke-7.

Berangkat dari uraian diatas tidak jarang yang mengatakan, bahwa Mushaf Utsmani hasil dari ijtihad para sahabat dalam pemaham tentang dunia tulis wahyu Ilahi.

Mushaf Ali Bin Abi Thalib dengan Mushaf Utsmani menjadikan kedua Mushaf sebagai kekayaan umat Islam, untuk terus digali sebagai kekayaan Ilmu Pengetahuan bagi umat Islam, sekaligus menjadi bahan rujukan dalam mengembangkan kekayaan Ilmu pengetahuam Islam.

Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan nikmat kepada para penggali Mushaf Usmani dan Mushaf Ali Bin Abi Thalib, Amin............