Ayat Suci Merasuk Dalam Pikiranku


By: Khoirul Taqwim

Saat Ayat suci kubaca
Kuhayati, kuresapi dalam asama jiwaku
Hingga aku tenggelam tak tertolong lagi
Saat kubaca ayat demi ayat
Terasa ayat suci merasuk dalam pikiranku
Karena ayat suci ini
Telah menyatu dalam jiwa dan ragaku

Tertulis dalam ayat suci
Manusia untuk berpikir
Tetapi pikiranku masih kandas bersama terjal-terjal batu
Menghantam seluruh jiwa dan ragaku
Hingga aku tak bergutik lagi
Karena pikiranku terasa tumpul
Saat memahami diriku sendiri
Apalagi memahami di luar diriku sendiri

Pikiranku terasa lemah
Walau dalam ayat suci diperintahkan untuk berpikir
Mungkin saja disebabkan pikiranku hanya sebatas makhluk yang tak abadi
Semua terasa kelemahan saat aku berpikir sesuatu
Mungkin saja pikiranku memang belum sanggup berpikir jauh
Namun hanya berpikir sederhana
Tentang apa yang kurasa dan kupahami saja

Pikiranku
Merasuk dalam jiwa maupun ragaku
Biarlah aku berpikir semampuku
Walau lemah cara berpikirku
Namun aku akan tetap berpikir
Karena itu sudah tersurat dalam ayat-ayat suci

Serdadu Cinta


By: Khoirul Taqwim

Merebut hati sang rembulan
Tak semudah membalikkan tangan
Butuh perjuangan keras dipenuhi darah dan air mata
Sungguh merebut hati sang rembulan
Laksana serdadu-serdadu perang
Yang siap berjuang melawan segala penghalang
Semua penuh onak dan duri
Namun bila serdadu cinta mampu merebut hati sang rembulan
Suka cita akan direngkuh sepanjang hayat kehidupan

Mendung masih menggumpal hitam
Bunga-bunga sudah mulai layu
Sementara air sungai terlihat berwarna coklat
Sumua dianggap bukan penghalang
Serdadu cinta tuk mereguk hati suci sang rembulan
Karena serdadu cinta sudah menyatu
Bersama semesta alam
Sehingga semua akan diterjang dengan lapang
Walau ratusan penghalang datang menghadang

Serdadu cinta
Sudah bulat menjadi karang
Apapun penghalang akan dilewati dan diterjang
Karena serdadu cinta sudah bulat tekad jiwa
Menuju hati sang rembulan
Walau hati sang rembulan menolak seratus kata
Maka serdadu cinta akan menyiapkan ribuan kata rayuan
Supaya sang hati rembulan
Dapat jatuh hati dalam dekapan serdadu cinta
Semua terasa masih panjang perjuangan serdadu cinta
Tuk meraih hati sang rembulan
Namun serdadu cinta
Pantang menyerah hingga titik nafas terakhirnya

Pujaan Jiwa


By: Khoirul Taqwim

Kala pujaan jiwa telah datang
Jangan pernah mundur setapakpun
Apalagi lari menjauh atas nama cinta
Namun dekatilah dengan kelembutan
Supaya cinta mampu bersemi kembali
Bersama bunga-bunga tumbuh mekar ditaman asri
Hingga engkau memetiknya
Penuh dengan suka cita
Terasa sejuk didasar kalbu
Sampai masuk kerelung-relung dasar jiwa ragamu

Pujaan jiwa
Tersirat dalam cahaya cinta
Kebahagiaan menjadi satu rasa dalam jiwa
Masuk kesanubari yang paling dasar
Sampai seluruh kalbu tertuju
Menuju dasar samudra sanubari jiwa
Indah terasa dalam genggaman nafas kehidupan

Bunga-bunga keindahan kalbu
Bersama detakan jantung tak terkira
Hingga terasa kian hari menjadi sebuah rasa jiwa
Sampai masuk kesanubari atas nama cinta kalbu
Menyelimuti alam kesempurnaan didasar asmara raga

Pujaan jiwa
Menyempurnakan semesta hayalan
Bermandikan bintang-bintang keindahan
Terasa nikmat dalam detakan jiwa
Sampai masuk kedalam celah-celah kalbu
Hingga seluruh raga terasa damai
Bersama asa pujaan nafas kehidupan

Tatkala pujaan jiwa hadir
Berada ditengah-tengah gubuk kehidupan
Semua menjadi kedamaian kalbu
Sampai seluruh nafas jiwa
Menyatu satu padu dalam genggaman rasa cinta
Sungguh keindahan rasa menjelma
Dalam gubahan rasa cinta
Hingga sampailah menelusuri puing-puing dasar pujaan raga
Lembut terasa dalam detakan kalbu asmara jiwa

Pelabuhan Cinta


By: Khoirul Taqwim

Perahu cinta masih berlayar
Menyeberangi pesisir samudra
Pencarian makna cinta masih menyelami sebuah jiwa
Hingga seluruh tubuhku bergetar rasa
Saat menyaksikan kecantikan wajahmu
Hinggap dipesisir pantai keindahan
Sampai jantungku berdegup kencang
Saat mata telanjangku
Melihat ayu rupawan bersandar diwajahmu

Harum bau tubuhmu
Memberi isyarat makna pelabuhan cinta telah datang untukku
Hingga seluruh jiwaku bergetar rasa
Tuk bersandar bersama kasih kalbumu yang terindah
Hinggap diseluruh nafas hidupku
Sampai diri tak mampu menyimpulkan
Akan keindahanmu yang kurasa
Bersama alam keindahan yang menghias diwajahmu

Keindahan wajahmu
Terlukis dicelah-celah jiwa-jiwa kehidupan
Hingga seluruh jiwaku
Merasa engkau pelabuhan cinta terakhirku
Kurasa dibenakku yang terdalam
Sampai diri tak mampu melukiskan
Akan keindahan wajahmu
Betapa indah kurasa didasar kalbu cintaku

Pelabuhan cinta
Telah bersandar bersama keheningan malam
Semua nampak keindahan rasa
Menggumpal dalam sebuah jiwa
Menghias diseluruh semesta alam
Karena pelabuhan cinta
Sebuah harapan besar kebahagiaan
Saat menyelimuti didasar jiwaku
Sampai terus menerus menghunus dijantung pelabuhan kalbuku

Hunuskan Cintamu


By: Khoirul Taqwim

Semilir angin pagi
Masih menampakkan kegirangan rasa
Alam terasa menjadi sahabat terbaik
Bersama kelembutan cahaya sang surya
Bermandikan mentari pagi keindahan
Penuh dengan rasa gejolak jiwa
Semua mengalir dalam asmara cinta
Menggoda disetiap detak nafas kehidupan
Saat sabda cinta berkumandang dicelah-celah kalbu jiwa

Saat cinta hadir dalam jiwamu
Jangan pernah ada putus asa
Walaupun sang dewi pujaan
Menutup pintu hati rapat-rapat
Ketuklah pintu hatinya
Hingga ribuan ketukan sekalipun
Sampai ketukan-ketukan cintamu
Mampu membuka celah hati sang dewi pujaanmu

Kata menyerah dalam bercinta
Merupakan sebuah dusta jiwa
Maka dari itu
Hunuskan cintamu kejantung hatinya
Hingga dia membuka pintu hatimu
Hanya untuk engkau seorang dalam jiwanya
Namun bila dia masih mengunci rapat-rapat pintu hatinya
Maka bakarlah cintamu
Supaya sang dewi pujaanmu
Tersentuh oleh kobaran api asmaramu

Hunuskan cintamu
Jangan pernah kau sarungkan cintamu
Karena bila kau sarungkan
Berarti engkau telah ingkar membela cinta sucimu
Penuhi hasrat panggilan cintamu
Biar menyeberangi samudra darah
Biar mengarungi hujan air mata
Terus hunuskan cintamu dijantungnya
Supaya dia tahu seberapa besar perjuangan cintamu
Untuk sang dewi kecantikan tercinta
Walau pada akhirnya
Engkau tetap tak mampu mambuka pintu hatinya
Namun dalam jiwa kecilnya
Dia akan mengabadikanmu selama-lamanya
Dalam genggaman jiwa sang dewi pujaanmu
Hingga sampai sang dewi menutup mata pada akhirnya
Semua tersurat dalam sabda-sabda cinta