Segala Cinta


By: Khoirul Taqwim

Dengan segala cinta
Penuh kehormatan jiwa
Kujatuh hati padamu
Hingga masuk keseluruh sanubariku
Sampai jantungku terasa beku
Karena jatuh hatiku
Sulit kuungkap lewat kata-kata
Namun terasa dekat dikalbuku

Segala cinta
Telah merasuk disukmaku
Hingga tumbuh kembang
Bersama rasa jiwa yang kian membara
Sungguh segala cinta
Telah buatku hanyut dalam angan-angan
Penuh kejora cinta suka cita

Hujan masih mengguyur disore hari
Menampakkan keberkahan disegala penjuru semesta
Atas nama segala cinta
Alam jiwa penuh keindahan
Terasa berdetak suka cita dalam rasa
Sungguh atas nama segala cinta
Keindahan penuh rasa dalam jiwa

Kecantikan wajahmu
Kelembutan jiwa ragamu
Isyaratkan segala cinta masuk dijiwaku
Hingga seluruh sanubariku
Ingin mereguk cinta suci murni
Atas nama segala cinta
Kurasa dibenak dasar jiwaku

Api Dendam Asmara


By: Khoirul Taqwim

Ketika api dendam asmara tiba
Segala rasa diselimuti angkara murka
Ingin membalas atas derita asmara
Hingga membuat seluruh jiwa mengeras
Laksana batu karang yang diterjang ombak
Namun batu karang tetap berdiri tegak
Begitu juga api dendam asmara tiba
Diterjang apapun api dendam asmara
Tetap berkobar didalam jiwa

Api dendam asmara tiba
Sudah mengeras dikepala
Sudah terbakar amarah diseluruh raga
Sungguh api dendam asmara
Telah menggeliat didalam dada
Hingga masuk disanubari jiwa
Tuk menuntaskan api dendam asmara

Ombak lautan
Sepanjang siang maupun malam
Terus memecah batu karang
Disepanjang pesisir pantai
Begitu juga kalau pikiran
Sudah dilanda api dendam asmara
Sepanjang siang maupun malam
Ingin membalas penuh nafsu angkara murka
Sungguh kerusakan telah datang
Saat api dendam asmara cinta telah tiba

Api asmara cinta
Sudah waktunya kau padamkan
Supaya sang maha pemilik semesta alam
Segera memberi kebahagiaan rasa
Karena kalau api dendam asmara
Tidak segera dipadamkan
Maka api dendam asmara
Akan membakar diri sendiri
Semua tersurat dalam sabda cinta

Kebencian Cinta


 By: Khoirul Taqwim

Kala kebencian datang
Seolah-olah semesta alam gelap terasa
Hingga yang ada hanya luka dinafas jiwa
Sampai seluruh jiwa tertutup kebencian
Sungguh kebencian cinta
Telah menutup pintu-pintu kebahagiaan
Karena kebencian cinta
Telah melahirkan angkara murka

Kebencian cinta
Melahirkan dendam yang membara
Hingga yang ada
Nafsu keserakahan menjelma
Masuk disegala sukma rasa
Karena kebencian cinta
Penuh api dendam asmara
Hingga sampai keubun-ubun raga
Saat kebencian cinta datang didasar sanubari kalbu jiwa

Air sungai jernih menghitam
Begitu pula saat jiwa bersih ternoda
Oleh keberadaan kebencian cinta
Maka saat itu
Seluruh jiwa membara raga
Hingga yang ada api dendam jiwa
Menjelma menjadi perang bara dalam sukma

Kebencian cinta
Harus segera dibuang jauh-jauh dalam dada
Jika tidak?
Maka kebencian cinta akan membakar diri sendiri
Karena kebencian jiwa
Merupakan penyakit kalbu
Sudah seharusnya
Kau obati dengan kesabaran dan keikhlasan jiwa
Semua tertuang dalam sabda-sabda cinta

Surga Cinta


By: Khoirul Taqwim

Kebahagiaan cinta
Begitu indah terasa dalam jiwa
Sungguh keindahan cinta
Laksana keindahan cahaya rembulan dimalam hari
Elok nan rupawan
Penuh menggoda hati
Masuk dalam ranah sukma surgawi

Ketika suka cita datang
Terasa alam surga melambai-lambai
Penuh kebahagiaan yang tak terkira rasa
Hingga masuk dicelah-celah jiwa
Sampai kedasar kalbu yang tak terkira
Sungguh surga cinta
Gambaran kebahagiaan yang tiara tara

Matahari masih terbit dari timur
Kala itu kebahagiaan surga cinta
Masih melekat didasar sanubari
Hingga masuk menuju relung-relung jiwa
Menampakkan suka cita mewarna
Sungguh keindahan surga cinta
Membuat suka cita bahagia rasa
Hingga kata-kata tak mampu menulis dengan sempurna
Karena surga cinta begitu sempurna dalam jiwa

Surga cinta
Kebahagiaan yang mengagumkan
Penuh panorama alam suka cita
Menampakkan kebahagiaan yang tak terkira
Hingga membuat sanubari gembira rasa
Saat surga cinta masuk dicelah-celah jiwa
Hingga tergambar didasar kalbu rasa
Sungguh keindahan yang terlukis didasar jiwa
Tiada tara kebahagiaan rasa
Sampai menembus dicelah-celah jantung jiwa raga

Belajar Mencinta


By: Khoirul Taqwim

Bila cinta tak kunjung jua
Padahal kau sudah menjadi miliknya
Apa yang kau cari lagi?
Sudah tiada yang kau cari
Sudah sepatutnya
Kau belajar mencinta
Pada dia yang sudah menjadi takdirmu

Malam masih berbintang
Rembulan masih bercahaya
Sedangkan kau masih merenung tentang cinta
Padahal cinta sudah jadi milikmu
Apa lagi yang kau tunggu?
Tiada yang harus kau tunggu
Karena cinta sudah dihadapanmu
Sudah saatnya kau rengkuh
Supaya engkau mampu belajar mencinta dengan sempurna

Belajar mencinta
Memang tak semudah membalikkan tangan
Namun belajar mencinta
Bukan berarti tak dapat dipelajari
Karena cinta itu logika
Baik logika nalar maupun logika jiwa
Maka sudah sepatutnya
Kau belajar dengan segala kekurangan cinta

Melalui belajar mencinta
Berusaha mencari celah-celah jiwa
Supaya cinta dapat merasuk dengan ketulusan
Hingga keikhlasan dapat tercipta secara sempurna
Semua butuh waktu dalam belajar mencinta
Karena belajar mencinta
Bagian alam yang tercipta
Antara alam raga dengan alam jiwa
Tumbuh berkembang
Hingga menyatu dalam bentuk asmara cinta
Terasa indah disepanjang nafas kehidupan