PENYEBAB KEMISKINAN MASYARAKAT DESA


Oleh: Khoirul Taqwim


Permasalahan kemiskinan dinegeri ini secara historis tidak ada habisnya, begitu kompleksnya kemiskinan yang ada dalam kehidupan masyarakat desa, menurut Sorjono Soekonto mengartikan tentang kemiskinan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.


Kenyataan menunjukkan bahwa kemiskinan masih terdapat pada penduduk negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Kemiskinan sering dihubungkan dengan keterbelakangan dan ketertinggalan. Di samping itu kemiskinan juga merupakan salah satu masalah social yang amat serius. Untuk mencari solusi yang relevan dalam pemecahan masalah kemiskinan, perlu dipahami sebab musabab dan menelusuri akar permasalahan kemiskinan itu, agar dapat digali potensi sebenarnya yang terkandung dalam sumberdaya masyarakat pedesaan.


Kemiskinan pada hakekatnya adalah situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena dikehendaki oleh si miskin, tetapi karena tidak bisa dihindari dengan kekuatan yang ada padanya. Kemiskinan antara lain ditandai dengan sikap dan tingkah laku yang menerima keadaan yang seakan-akan tidak bisa diubah, yang tercermin di dalam lemahnya kemauan untuk maju, rendahnya produktivitas, ditambah lagi oleh terbatasnya ,modal yang dimiliki, rendahnya pendidikan dan terbatasnya kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

 

Sebelum lebih jauh membahas tentang masyarakat desa, lebih dulu mengetahui pengertian desa atau pedesaan, menurut Sutardjo Kartohadikusuma: “Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri”. Menurut Bintarto: “Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di sit u(suatu daerah) dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain. 

 

Sedangkan masyarakat pedesaan menurut Ferdinand Tonies: “Masyarakat pedesaan adalah masayarakat gemeinschaft (paguyuban), dan paguyubanlah yang menyebabkan orang-orangkota menilai sebagai masyarakat itu tenang harmonis, rukun dan damai dengan julukan masyarakat yang adem ayem.

 

Penyebab kemiskinan di pedesaan ada dua faktor antara lain

 

!). Faktor alamiah antara lain berupa kondisi lingkungan tempat tinggal. Seseorang yang tinggal di daerah tandus, relatif besar peluangnya untuk menjadi miskin karena ketidakmampuan daya dukung lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidup minimal orang bersangkutan.

 

2). Faktor penyebab kemiskinan yang kedua adalah kebudayaan. Edward Burnett Tylor mendefinisikan kebudayaan sebagai kompleks keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, kebiasaan, dan lain-lain kecakapan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. 


Jadi penyebab kemiskinan di pedesaan diantaranya adalah:

 

1) Masyarakat pedesaan dalam berwirausaha terbentur kurangnya modal, rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat pedesaan.

 

2) Sulitnya merubah pola perilaku ekonomi yang konstruktif di tingkat pedesaan miskin dalam pemenuhan kebutuhan minimal sehari-hari,

 

3) Adanya hubungan antara pola perilaku ekonomi yang  destruktif dalam kehidupan masyarakat desa, dengan tingkat kesejahteraan rendah dalam kehidupan masyarakat miskin pedesaan.

 

4) Kurangnya perhatian dan peran pemerintah dan pihak swasta dalam menanggulangi kemiskinan di tingkat pedesaan.

MENDUNG MENGHITAM




Oleh: Khoirul Taqwim



Gemerlap hati

Mempesona dalam jiwa rasa

Indah menggila

Saat jiwa lelah meratap

Keangkuhan

Kebobrokan

Mengiringi langkah kehidupan


Sang surya lagi tak bersinar

Ditelan mendung menghitam

Hati kalut

Bergelora dalam kabut

Iringi kekosongan kebutaan

Semua sirna ditengah lautan udara


KENANGAN CINTA KABUT





Oleh: Khoirul Taqwim




Sekedar mengenang

Kisah bangku kuliah

Kau sandarkan kepala

Penuh uraian mata

Kau ucap jangan tinggalkan aku

Karena jiwa ini sudah tertawan dalam raga sukma


Diri terlanjur cinta rasa

Menjadi-jadi dalam hati

Hingga lalai kalau ada

Bahwa ini hanya kisah

Terbawa dalam lamunan

Pentas soreku


Harus pergi kearah lintang raya

Menggugah isyarat

Berujung cipta mimpi 

Terurai bahasa kabut

Tak menentu arah panduan

Mengitari ruang kehampaan

BINTANG BULAN





Oleh: Khoirul Taqwim




Tanya pada bintang

Apa dia punya makna

Melingkar di langit raya

Indah ramaikan malam


Rembulan tak ketinggalan

Uraikan cahaya

Saat gelap kunjung tak usai

Tanggal 15 bulan

Itu paling sempurna

Bersinar terang

Menembus jagatnya gelap

Malam yang tak kenal matahari

Seiring putaran rotasi

Membahana dalam sukma raja-raja alam


Bintang Bulan

Karya langit

Terukir di angkasa

Sejukkan mata pandang jiwa


SEPARUH HATI KERASUKAN


]


Oleh: Khoirul Taqwim



Tak bisakah kau paham 

Arti cemberut ini

Yang selalu temani pipi kecut

Saat kau dekat si jalang 

Yang terluncur bahasa kulum


Bibir merah semangka

Berubah jadi biru

Gigi menggigit

Seolah-olah lapar di siang bolong

Tak pernah makan seminggu

Ingin sekali makan ocehanmu

Dan kumuntahkan dalam sakumu

Biar kau tahu

Bahwa hati ini sedang demo padamu

Ya tak di jalanan

Tapi di ruang batin kecilku

Menerawang dalam rasukan jiwa

Tenggelam kisah kasmaran

Duka sesak nafas hati jiwa


Separuh nafas

Hati tersobek

Arah tak kunjung usai

Di makan tingkah laku

Hitam bongkahan tinta

Iringi hati hilang

Setengah sadar

Setengah kerasukan