Kekuasaan dan Agama


Kekuasaan sudah menjadi wajah dunia baru dalam mengeja sebuah perjalanan tentang kehidupan, walau terkadang sebuah kekuasaan tak sesuai dengan harapan, tetapi tak sedikit manusia mengejar kekuasaan sebagai jalan menuju tentang sebuah makna kepastian hidup.

Eksistensi sebuah kekuasaan sudah melebur dalam setiap dada nafsu angkara murka disaat seseorang mencari jalan kemenangan. Bahkan tak memperdulikan tentang sebuah Nilai-nilai agama terus mereka terjang, tentu dengan tujuan atas nama kekuasaan yang menjadi sebuah akhir perjuangan.

Manusia tak jarang mempunyai hasrat terpendam dalam mencari sebuah kekuasaan. Sehingga terkadang atas nama kekuasaan yang telah menghinggapi dalam watak manusia, mereka tak memperdulikan saudara seiman atau bukan, untuk terus mereka terjang dengan tujuan memuluskan sebuah jalan menuju singgasana kekuasaan.

Memang kekuasaan sudah menjadi raja kehidupan dalam benak seseorang yang tenggelam akan haus hasrat berkuasa. Sehingga seorang insan manusia sebagian ada yang mempunyai hasrat berkuasa begitu keras, untuk mendapatkan sebuah singgasana kekuasaan. Karena kekuasaan sudah menjadi hasrat paling indah dalam benak insan yang terlena atas nama kenikmatan sesaat.

Kekuasaan dialam semesta sudah tidak menjadi barang baru dalam kehidupan bagi hasrat nafsu manusia, untuk mencapai kekuasaan sejati. Sehingga untuk mendapatkan kekuasaan dengan segala cara akan ditempuh, walau berat dan begitu besar halangan dalam mencapai sebuah singgasana kekuasaan.

Manusia dalam menggapai kekuasaan sudah semestinya tidak melalaikan sebuah Nilai-nilai agama. Karena agama sudah mengajarkan tentang suri tauladan dalam menjalankan sebuah pekerjaan dengan amanah dan jujur disetiap detak perjalanan hidup, agar manusia terarah dalam menggapai sebuah kekuasaan secara tepat dalam melakukan sebuah kinerja tentang tata cara kehidupan.

Melalaikan agama dalam menjalankan sebuah roda kekuasaan, tentu sebuah realita yang harus dihindarkan, apabila menginginkan sebuah kebenaran secara haqiqi dalam hidup, untuk mencapai kemaslahatan secara universal dalam perjalanan hidup manusia.

Kekuasaan merupakan sebuah amanah besar yang harus diemban bagi para pemegang tampuk roda pemerintahan, agar dalam menggapai sebuah kebijakan dapat menemukan titik kebenaran.

Nah! berangkat dari sinilah sudah seharusnya para pemegang kekuasaan memberikan sebuah amanah tentang keadilan dan kesejahteraan dalam memberikan sebuah pembelajaran tentang makna kekuasaan sejati dalam naungan sang maha pencipta segala.

Penguasa melalaikan ajaran agama, berarti sebuah kekuasaan dengan nilai semu belaka. Karena yang ada hanya sebatas mencari pembenaran diri, tanpa melihat kebenaran sesungguhnya dalam kehidupan.

Belajar agama dengan cara mengamalkan ditengah-tengah masyarakat secara luas, untuk mencapai sebuah jalan kehidupan secara damai dan sesuai dengan Nilai-nilai ajaran agama secara tepat.

Berangkat dari tulisan diatas sudah semestinya, agama diletakkan dalam dada setiap para insan yang memegang tampuk kekuasaan, agar dapat mencapai kemaslahatan secara utuh ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Dan semoga Allah SWT memberi sebuah jalan terbaik buat kita semua, Amiin.........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
...

Cinta Tatkala Terasing Dibulan Suci



Cinta terasa menggoda berirama nan sendu dalam selimut awan bernada
Perjalanan atas sebuah nilai luhur dalam mengeja langkah hidup yang tak pasti
Biarlah jadi pembelajaran nan abadi dalam melangkah sebuah keyakinan takdir
Inilah makna cinta yang terurai dalam senja menggaung diantara bait sajak
Tersirat dalam wajah nan sendu anggun gemulai menambah wajah nan ayu jelita
Tetapi semua bernada irama yang tak seragam dalam sebuah bait rasa kehidupan insan

Cinta tatkala terasing dibulan suci
Mewarna dalam sajak yang tak bertepi maupun bertuan
Karena semua berjalan seiring langkah yang tak pasti dalam ketukan irama syahdu
Biarlah semua berjalan diantara lembah asing yang kian mendera
Biar menghujam dada dan nafas tarik melangkah
Namun semua menghujam bagai badai kehidupan yang bias atas kesetiaan
Inilah dara tersirat maupun tersurat dalam ayat cinta yang terkandung kesucian sunyi
Hingga fajar membentang tanpa arah dalam senyap dan sunyi lalu menghilang seketika itu sudah

Tatkala terasing dibulan suci yang penuh berkah
Hilang sudah semua hikmah dimakan badai hitam yang meraup diantara kesunyian
Biarlah jadi pembelajaran hidup tentang fatamorgana dalam tantangan tentang kepahitan
Itulah derita sejenak yang kian melanda dalam setiap detak jantung dan nafas
Berlari menggelayut diantara perih dan syahdu dalam senandung nafas
Hidup berdamai dengan cinta tatkala terasing dibulan suci

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Inilah Jejaring Sosial Dibulan Suci Ramadhan



Pada bulan suci Ramadhan merupakan sebuah situasi dan kondisi yang mustajab dalam melakukan berbagai aktivitas ibadah suci. Sehingga tak jarang pada bulan suci ramadhan telah dijadikan momentum sebagian besar umat Islam sebagai sarana dalam melaksanakan berbagai ibadah kepada Allah SWT.

Keberadaan bulan suci ramadhan sebagai bulan yang penuh rahmat dan berkah dalam menjalankan ibadah suci, baik melalui puasa, tarawih, tadarus dan berbagai aktivitas ibadah lainnya. Sehingga ramadhan sebagai sarana yang sangat tepat dalam mencari berkah dan rahmat dibulan tersebut.

Islam mengajarkan kepada umat Islam yang beriman pada waktu dibulan ramadhan, untuk selalu menjaga hati dan pikiran dalam menjalankan ibadah puasa, agar dalam berpuasa mendapatkan ridha dari Allah SWT. Inilah yang perlu dipahami seluruh umat Islam dibulan suci ramadhan, untuk selalu melakukan berbagai tindak kebajikan dan berbagai tindak positif saat beribadah dibulan yang penuh rahmat dan berkah ini.

Sedangkan keberadaan jejaring sosial dibulan suci ramadhan dapat dijadikan sebagai alat pendorong dalam melakukan berbagai aktivitas ibadah suci, tentu dengan cara saling menghargai dan menghormati pada saat berkomunikasi maupun pada saat memberi sebuah informasi, agar terdapat sebuah interaksi yang sehat antara yang satu dengan yang lainnya. Karena dengan interaksi yang sehat dapat menghasilkan sebuah kebajikan luhur dalam menjalin sebuah hubungan, tentu sesuai dengan Nilai-nilai Islam dalam tata cara berinteraksi dijagat kehidupan.

Jejaring sosial Kiber dengan alamat www.kitaberbagi.com dapat dijadikan sebagai sarana dalam menjalin ukhuwah Islamiyah, agar dibulan suci ramadhan umat Islam dapat berinteraksi dengan sehat dan mampu membawa rahmat bagi seluruh alam semesta, Amiin........

Membongkar Lembaga Kementerian Agama


Sungguh ironis nasib negeri Indonesia yang sering dirundung duka lara, akibat dari berbagai tindak kecerobohan sampai tindak korupsi yang tidak pernah mati. Sehingga mengakibatkan masyarakat Indonesia hidup dalam gemilang kemiskinan, padahal masyarakat Indonesia hidup dinegeri yang kaya raya dikawasan Asia Tenggara.

Lembaga kementerian agama merupakan gerbang akhir sebagai suri tauladan anak bangsa, tetapi fakta dilapangan sejumlah kecerobohan lembaga kementerian agama, mulai dari dugaan dalam menilep pengadaan Al-Qur'an, dan baru saja terbongkar kecerobahan setengah juta Al-Quran teronggok digudang. Berangkat dari dua peristiwa besar ini dapat dijadikan sebuah bukti. Bahwa lembaga kementerian agama masih jauh dari harapan khalayak umum sebagai lembaga bebas dari tindak penyimpangan, baik penyimpangan disengaja maupun tidak disengaja.

Keprihatinan anak bangsa saat melihat berbagai peristiwa kasus yang terjadi dinegeri Indonesia, hingga sampai detik ini terus berkelanjutan, dan belum mencapai titik temu dalam menghilangkan budaya penyimpangan dalam menilep uang negara. Bahkan kian hari semakin mewabah dalam kehidupan denyut nadi sebuah bangsa.

Keberadaan KPK sangat diharapkan sebagai pencari solusi dalam menjerat oknum sang penilep uang negara, tetapi kinerja KPK sampai detik ini masih jauh dari harapan masyarakat sebagai pintu gerang menghilangkan budaya menilep uang negara. Karena fakta dilapangan masih banyak kasus yang sampai detik ini belum terselesaikan dengan tuntas.

Berangkat dari tulisan diatas, ternyata menimbulkan sebuah pertanyaan sederhana, mampukah KPK bekerja optimal dalam memberantas budaya korupsi dan menindak para pelaku penilep uang negara dengan tepat? Inilah pertanyaan sederhana, untuk ditujukan kepada lembaga KPK sebagai pintu gerbang dalam memberantas sebuah penyimpangan yang dilakukan para petinggi dinegeri Indonesia.

Sangat ironis sekali disaat melihat lembaga kementerian agama sebagai pintu terakhir dalam menjaga moral bangsa, tetapi realita dilapangan dalam tubuh lembaga kementerian agama terdapat sebuah kasus besar, dan membuat gempar anak bangsa tentang dugaan penilepan uang negara dalam pengadaan Al-Qur'an. Bahkan baru saja ada dugaan penyimpangan setengah juta Al-Quran teronggok digudang.

Dua dugaan penyimpangan dalam tubuh lembaga kementerian agama yang saat ini masih dalam pengusutan dapat dijadikan sebuah cermin akhir. Bahwa bangsa Indonesia dalam keadaan degradasi moral yang sangat memprihatinkan sebagai bangsa terbesar dikawasan ASEAN. Inilah tantangan berat sebuah bangsa dalam menghilangkan sebuah budaya menilep uang negara.

Lembaga kementerian agama sebagai penanggung jawab penuh dalam kasus penyimpangan pengadaan Al-Qur'an, ternyata membuat telinga anak bangsa memerah, bagaimana tidak? Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam mereka berani mempermainkan dalam mencari keuntungan pribadi, apalagi proyek selain pengadaan Al-Qur'an, tentu mereka lebih berani lagi dalam bermain dilembah hitam yang penuh dengan syahwat rupiah saat melihat proyek tersebut.

Keberadaan lembaga kementerian agama sebagai pintu gerbang akhir dalam membangun sebuah bangunan moral, telah mengalami destruktif yang sungguh luar biasa. apabila dugaan kasus pengadaan Al-Qur'an memang Benar-benar terjadi. Maka tidak ada kata lain, selain merekonstruksi ulang dalam tubuh lembaga kementerian agama saat ini, agar Indonesia kedepan mampu menjadi bangsa dan negara yang lebih beradab dan bermartabat. Semoga Allah mengampuni Dosa-dosa kita semua, Amiin..........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
.....................

Depag dan Komisi VIII, Bermain Dilubang Tikus Dalam Pengadaan Al-Qur'an


Sang penilep uang negara memang tak kurang akal dalam melakukan berbagai aksinya, baik secara Sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan, tetapi yang pasti budaya menilep uang negara di belahan Indonesia sudah tidak menjadi barang langka lagi. Inilah realita sebuah budaya yang sangat menyakitkan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menilep uang negara dalam persoalan pembangunan sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat secara luas, seperti: kasus korupsi pembangunan wisma atlet sea games yang sampai saat ini belum menemukan titik temu, tetapi kalau masalah pengadaan Al-Qur’an ditilep juga, tentu ini merupakan sebuah degradasi moral yang sangat memprihatinkan bagi keberlangsungan tatanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kitab suci Al-Qur’an merupakan sebuah pedoman bagi umat Islam. Sehingga menilep uang dalam pengadaan Al-Qur’an, tentu sebuah realita yang sangat menyakitkan bagi umat Islam khususnya, dan umumnya bagi seluruh masyarakat bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Penilep uang negara dalam pengadaan Al-Qur’an sangat berkaitan dengan lembaga departemen agama dan Komisi VIII yang membidangi masalah agama, padahal kalau melihat dari peran sebuah lembaga departemen agama, sudah seharusnya memberikan suri tauladan terlebih dahulu terhadap Lembaga-lembaga lain, tentu sebuah lembaga yang bebas dari sebuah kejahatan dalam menilep uang negara.

Permasalahan menilep uang negara dalam pengadaan Al-Qur’an merupakan sebuah realita yang sangat miris sebagai bangsa besar dikawasan asia tenggara. Sehingga kasus menilep uang negara dalam pengadaan Al-Qur’an harus diusut secara tuntas, agar menemukan sebuah titik temu tentang kasus tersebut.

Kasus menilep uang negara dalam pengadaan Al-Qur’an dengan dugaan sementara menurut Ketua KPK Abraham Samad dalam jumpa pers di KPK, menyebutkan: bahwa salah satu anggota Komisi VIII sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, sebagai tersangka korupsi dengan dugaan menilep uang negara diantaranya:

Pertama: suap anggaran proyek Al Qur’an di tahun anggaran 2011-2012 pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Islam.

Kedua, terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Ditjen Pendidikan Islam Kemenag.

Ketiga, kasus pengadaan Al-Qur’an Ditjen Bimas Islam tahun 2011-2012,” ujar Ketua KPK, Abraham Samad dalam konferensi pers di KPK.

Selain salah satu anggota Komisi VIII dalam dugaan menilep uang negara tentang pengadaan Al-Qur’an akan menyeret dari berbagai pihak maupun kalangan, baik yang terlibat secara langsung maupun secara tidak langsung, semua tinggal menunggu waktu dan mempertanyakan dalam hati Masing-masing mampukah KPK bekerja optimal dalam kasus ini?……..

Semoga Allah memberi ketabahan bagi seluruh masyarakat Indonesia atas terjadinya sebuah tragedi korupsi di negeri tercinta ini, Dan semoga Allah memberi jalan keluar yang terbaik dalam menyelesaikan masalah korupsi yang tak berkesudahan dinegeri entah berantah ini, Amiin…….

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
....................