Kebencian Cinta


 By: Khoirul Taqwim

Kala kebencian datang
Seolah-olah semesta alam gelap terasa
Hingga yang ada hanya luka dinafas jiwa
Sampai seluruh jiwa tertutup kebencian
Sungguh kebencian cinta
Telah menutup pintu-pintu kebahagiaan
Karena kebencian cinta
Telah melahirkan angkara murka

Kebencian cinta
Melahirkan dendam yang membara
Hingga yang ada
Nafsu keserakahan menjelma
Masuk disegala sukma rasa
Karena kebencian cinta
Penuh api dendam asmara
Hingga sampai keubun-ubun raga
Saat kebencian cinta datang didasar sanubari kalbu jiwa

Air sungai jernih menghitam
Begitu pula saat jiwa bersih ternoda
Oleh keberadaan kebencian cinta
Maka saat itu
Seluruh jiwa membara raga
Hingga yang ada api dendam jiwa
Menjelma menjadi perang bara dalam sukma

Kebencian cinta
Harus segera dibuang jauh-jauh dalam dada
Jika tidak?
Maka kebencian cinta akan membakar diri sendiri
Karena kebencian jiwa
Merupakan penyakit kalbu
Sudah seharusnya
Kau obati dengan kesabaran dan keikhlasan jiwa
Semua tertuang dalam sabda-sabda cinta

Surga Cinta


By: Khoirul Taqwim

Kebahagiaan cinta
Begitu indah terasa dalam jiwa
Sungguh keindahan cinta
Laksana keindahan cahaya rembulan dimalam hari
Elok nan rupawan
Penuh menggoda hati
Masuk dalam ranah sukma surgawi

Ketika suka cita datang
Terasa alam surga melambai-lambai
Penuh kebahagiaan yang tak terkira rasa
Hingga masuk dicelah-celah jiwa
Sampai kedasar kalbu yang tak terkira
Sungguh surga cinta
Gambaran kebahagiaan yang tiara tara

Matahari masih terbit dari timur
Kala itu kebahagiaan surga cinta
Masih melekat didasar sanubari
Hingga masuk menuju relung-relung jiwa
Menampakkan suka cita mewarna
Sungguh keindahan surga cinta
Membuat suka cita bahagia rasa
Hingga kata-kata tak mampu menulis dengan sempurna
Karena surga cinta begitu sempurna dalam jiwa

Surga cinta
Kebahagiaan yang mengagumkan
Penuh panorama alam suka cita
Menampakkan kebahagiaan yang tak terkira
Hingga membuat sanubari gembira rasa
Saat surga cinta masuk dicelah-celah jiwa
Hingga tergambar didasar kalbu rasa
Sungguh keindahan yang terlukis didasar jiwa
Tiada tara kebahagiaan rasa
Sampai menembus dicelah-celah jantung jiwa raga

Belajar Mencinta


By: Khoirul Taqwim

Bila cinta tak kunjung jua
Padahal kau sudah menjadi miliknya
Apa yang kau cari lagi?
Sudah tiada yang kau cari
Sudah sepatutnya
Kau belajar mencinta
Pada dia yang sudah menjadi takdirmu

Malam masih berbintang
Rembulan masih bercahaya
Sedangkan kau masih merenung tentang cinta
Padahal cinta sudah jadi milikmu
Apa lagi yang kau tunggu?
Tiada yang harus kau tunggu
Karena cinta sudah dihadapanmu
Sudah saatnya kau rengkuh
Supaya engkau mampu belajar mencinta dengan sempurna

Belajar mencinta
Memang tak semudah membalikkan tangan
Namun belajar mencinta
Bukan berarti tak dapat dipelajari
Karena cinta itu logika
Baik logika nalar maupun logika jiwa
Maka sudah sepatutnya
Kau belajar dengan segala kekurangan cinta

Melalui belajar mencinta
Berusaha mencari celah-celah jiwa
Supaya cinta dapat merasuk dengan ketulusan
Hingga keikhlasan dapat tercipta secara sempurna
Semua butuh waktu dalam belajar mencinta
Karena belajar mencinta
Bagian alam yang tercipta
Antara alam raga dengan alam jiwa
Tumbuh berkembang
Hingga menyatu dalam bentuk asmara cinta
Terasa indah disepanjang nafas kehidupan

Aku Terluka Dalam Senyumku


By: Khoirul Taqwim

Mendung masih menghitam
Langit terasa gelap
Saat cinta yang kuberikan untukmu
Kau tolak begitu sempurna
Indah kenangan itu
Namun melukai jiwaku yang paling dalam
Aku hanya menghaturkan senyum yang tersisa
Atas penolakan cintamu padaku

Saat cinta kau tolak
Aku berupaya tuk tersenyum
Walau jiwaku menangis deras
Karena aku ingin terluka dengan tersenyum
Supaya engkau tak pernah tahu
Seberapa besar lukaku akan penolakanmu
Hingga aku tercabik-cabik dalam senyumku

Wahai sang maha pemilik cinta
Aku terluka dalam senyumku
Namun aku mencoba tegar
Walau hatiku perih
Laksana di iris-iris gergaji
Namun bibirku mencoba tetap tersenyum
Dibalik ratapan jiwaku

Gedung-gedung menjulang
Pohon-pohon asri dan rindang
Tanah-tanah yang kuinjak
Menjadi saksi bisu atas lukaku
Namun aku harus tetap tabah
Karena dengan tabah
Aku masih dapat mengais
Sisa-sisa senyum yang mulai sirna
Saat menghadapi penolakan cintamu
Hingga pada akhirnya
Aku masih bisa tersenyum dibalik lukaku

Peluru Cinta


By: Khoirul Taqwim

Saat engkau menjadi bunga
Inginku tuk menjadi peluru
Supaya dapat menjagamu
Bila ada yang memetikmu
Karena seluruh jiwaku
Sudah terpanah akan kelembutan jiwamu
Hingga sampailah aku jatuh hati padamu

Saat engkau menjadi pohon
Kuingin menjadi peluru
Supaya mampu menjagamu
Bila ada yang ingin memotongmu
Aku akan menghalanginya
Karena aku sudah jatuh hati padamu
Hingga waktuku hanya untukmu
Selalu dalam hati dan jiwaku

Saat engkau menjadi daun
Kuingin bersamamu
Tuk ingin selalu menjagamu
Bila ada yang ingin mengambilmu
Aku akan halangi
Dengan secepat peluru
Karena aku jatuh hati padamu
Hingga jiwaku hanya untukmu seorang

Saat engkau menjadi apa saja
Aku akan tetap menjadi peluru
Supaya dapat menjagamu terdepan
Bila ada yang melukaimu
Bila ada yang menyakitimu
Bila ada yang ingin merusakmu
Karena aku jatuh hati padamu
Sampai mata menutup di titik terakhirku
Semua terukir dalam kisah peluru cinta
Untukmu seorang pujaan jiwaku