SABDO PANDETO RATU

Oleh: Khoirul Taqwim



Sabdo pandeto ratu

Kumengabdi dalam langkah

Hilang susah rasa kepayang

Kutengok aku dalam mimpi buta

Berita kau pancarkan

Hilang ditelan rahwana

Benar semua telah sirna dalam jenaka

 

Hidup penuh makna

Derita pangkasan hati kelabu

Ranah jiwa terukir dalam kalbu

Dingin menggigil

Panorama sakti menggelayut jantung

Hinggap dalam ranah tak makna

Nyawa sepotong bahasa nirwana

 

Kelam sunyi mendua

Uang bangun dalam kenangan

Malam tidur dalam senyap waktu

Tarian anak kecil

Ingatkan bahasa silat penuh makna

Kau tuding aku lari dalam rembulan

 

Hilang sudah sabda Ratu

Ditelan republick raya

Zaman bergeser arah

Tinggal menunggu kiyamat

Akhir sudah riwayat sabdo Ratu

Jenaka kosong

Simbu pilu

Menggupal

Menyirat sebuah tarian makna


HUKUM MATI KUTU

Oleh: Khoirul Taqwim

Mati hukum kutu

Kemana lari keadilan

Jalan tempat arah

Mundur dalam hilang

Amburadul benar

Negeri hukum berpadu buta

Jalan hukum dipajang

Di mata hukum sama

Slogan itu benar

Nyata itu tipuan bahasa

Hukumku mati kutu

Dibunuh uang jelalatan

Mereka yang punya uang segudang

Benar-benar apa adanya hukum mati kutu

Bahasa menyelinap barisan hukum

Semua tak mampu hilang

Rasa hukum telah mati jiwa

Sesak nafas benar hukum

Dirasa pusing tujuh kepala

Hukum mati kutu

Telah kurasa jiwa sekarat

Hilang sudah keadilan

Semua membatu buta

Terpaku kebobrokan yang ada

Keadilan hukum sirna

Benar hukum mati kutu

Dihadapan kantong tebal

Hukum tak bertuan harusnya

Tapi hukum mati kutu ditelan mendung raya


Bagunan peradilan Belanda berdiri tegak menjulang ingatkan kita, banyaknya masyarakat pribumi di adili di pegadilan ini, di bunuh, di siksa, atas nama keadilan palsu yag diuat kaum belanda, negeriku saat ini tak jauh berbeda dengan pengadilan Belanda, sebagian besar hukum negeriku masih menggunakan hukum belanda.

PENCARIAN



Oleh: Khoirul Taqwim

Jiwaku meraung-raung kesakitan
Batinku teriris hingga aku terlempar
Ingin sekali aku meraih bintang-bintang diangkasa
Apa daya tangan tak sampai
Kemana harus pergi jiwa ini yang resah gelisah
Aku haus air tuk sejukkan batinku
Kurebahkan pikiranku tuk tenangkan jiwa
Aku terkapar dikegelapan malam
Biarlah aku berdiri disini menanti hari esok
Tuk buktikan kesetiaan
Atas apa yang tak kau tahu
Agar kau tahu jiwaku meronta dibalik bukit rasa
Merona dalam pencarian mata kalbu

Kutunggu sejauh ada tak ada
Menunggu rembulan
Raihku dalam mimpi
Perjalanan raih cahaya jauh terasa
Aku harus tahu hakikat hidup

Jiwaku sepi bersama awan kelam
Kumeronta-ronta disudut malam yang panjang
Wahai binatang!!..
Wahi Iblis!!..
Kemana malam ini
Kau tak tak datang sambut gelap
Kau biarkan aku disini
Sendiri tanpa ada kau temani

Anjing-anjing menggonggong
Bermata Satu
Berdarah dingin
Siap lepas hasrat
Aku resah gelisah
Mencari hidup
Jalan tak kunjung jua
Sempurna yang kucari

Mata sejauh menghilang
Hati sejauh tak sampai
Mimpi kosong
Angan-angan tak hilang pekat
Cari tak pernah puas
Cari hilang sendiri
Semua masih dalam satu cari

SOBAT

Oleh: Khoirul Taqwim

Kelam dalam kelabu
Hitam dalam kemelut
Terang hadirkan
Saat mimpi buta kau datang
Jiwa tenggelam dalam buku
Pena menuntun hakikat hidup
Kubiarkan diri mengitari bumi
Mencari secercah cahaya
menantang langit udara
kubisu
kubuta
datanglah kau kutunggu

Sobat
Seruku dengarkan!...
Pahami kehidupan langit
Jangan lupa membumi saat kau jatuh
Awan-awan tebal memanas
Halilntar berkilat
Menggelegar petir menyayat
Kehidupan berjalan tetap waktu

Sobat
Aku disampingmu
Kau adalah pelita dalam jiwa
Terang benderang dalam kalbu
Saat kau tiba datang

Sobat
Mari kita lalui dunia hitam
Bersama buku terserak
Gapai hidup cita ini
Lintas batas menghadap
Terjang saat kau tiba
Lantas semua tuntas

Sobat
Tunjukkan jari otakmu
Gapai bintang dicakrawala
Lewat pena kita ada
Lewat pena kita julang
Lewat pena kita tebang
Raih semua yang ada

Sobat berlarilah
Membumi melangit dalam nafas

HILANG KEADILAN NEGERIKU

Oleh: Khoirul Taqwim

Entah berantah
Jagat bolak-balik
Rongsokan membumi
Bobrok negeriku
Hilang adil nyawa
Hilang tonggak kearifan
Tinggal kesedihan memalu
Tinggal puing-puing kehidupan
Semua jadi sampah kebenaran

Keadilan
Musnah kemana?..
Hilang kemana?..
Semua tak tersisa
Hasrat nafsu membunuh keadilan

Lembaga peradilan
Jadi bualan
Jadi tontonan
Jadi sandiwara
Buta dalam kata
Buta dalam jiwa
Buta dalam nurani
Bangsaku dirusak cukong-cukong mafia

Hakim
Suara yang dulu nyaring
Bahasa kebenaran harusnya dipegang
Kemana lari kebenaran
Dulu terpegang menggenggam
Kebohongan bukan sahabat
Kebenaran tegak
Keadilan jalan kemuliaan
Sekarang hilang tak sisa
Sekarang jadi bualan
Dimakan waktu zaman
Cukong berduit
Rusak peradilan
Rusak keadilan
Kebenaran uang
Kebenaran jadi sampah
Kebobrokan jadi kemenangan

Keadilan negeriku
Musnah
Hilang
Rusak
Bobrok
Terjual
Tanpa sisa kebenaran